Cara Mengatasi Berat Badan Bayi Sulit Naik

Posted on Posted in Info Laktasi

Taukah Moms & Dads, kalau bayi yang disusui langsung oleh Mommies itu mendapatkan minuman dan juga makanan?

Bayi yang disusui oleh Mommies minimal 20 – 30 menit, bisa mendapatkan minuman dan makanan dikarenakan, ASI yang mengandung foremilk (ASI depan) dan juga hindmilk (ASI akhir). Apa itu foremilk dan hindmilk? Yuk, kita ulas sedikit tentang foremilk dan hindmilk yang menjadi sumber minuman dan makanan untuk Sang Buah Hati.

Foremilk yang disebut juga dengan ASI depan, memiliki kadar yang lebih banyak daripada hindmilk, tampak seperti tidak berwarna (jernih) atau kadang sedikit berwarna kebiruan. Foremilk ini mengandung lebih banyak air daripada lemak. Foremilk ini kaya akan protein yang sangat berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh, membantu pembentukan syaraf dan jaringan tubuh, serta untuk memperkuat daya tahan tulang dan juga kulit. Selain itu, foremilk juga mengandung laktosa yang sangat penting untuk pembentukan otak dan memenuhi kebutuhan air bagi tubuh bayi, sehingga foremilk ini dianggap sebagai air minum untuk bayi.

Lalu, kapan bayi bisa mendapatkan makanan saat disusui? Jawabannya adalah, saat bayi mendapatkan hindmilk atau ASI akhir.

Hindmilk atau ASI akhir ini memiliki warna yang putih hingga kekuningan. Selain memiliki perna penting untuk melindungi organ-organ vital pada tubuh bayi, hindmilk juga dapat melindungi bayi dari udara panas dan dingin. Karena memiliki kandungan lemak yang banyak, hindmilk dapat mampu untuk memenuhi kebutuhan energi bayi dan dapat membuat bayi merasa kenyang.

Dari fakta diatas itulah dapat diambil kesimpulan, apabila bayi yang menyusu selama 20 – 30 menit pada 1 sisi payudara Mommies, bayi mendapatkan minuman dan juga makanan.

Ada ga sih ciri atau tanda kalu bayi sudah mendapatkan foremilk dan hindmilk? Ada dong, Moms & Dads. Begini nih ciri atau tandanya.

Bayi yang mendapat banyak foremilk, berarti kan banyak minum. Jadi, otomatis bayi akan lebih banyak pipis, atau bayi pipis lebih dari 6x sehari. Karena minumnya yang banyak, bayi akan terhindar dari yang namanya dehidrasi. Untuk ciri  bayi yang mendapatkan cukup makanan yang berasal dari hindmilk adalah, berat badan bayi akan bertambah. Asik ya Bayi ASI itu, sekali disusui sama Mommies selama 20 – 30 menit, langsung ngedapetin minuman dan makanan.

Tapi meski begitu, ada beberapa hal yang harus Moms & Dads perhatikan ya ketika Mommies menyusui bayinya. Terutama apabila berat badan bayi tidak mengalami kenaikan atau berat badan bayi naiknya hanya sedikit.

Hal pertama yang harus Mommies perhatikan sebenarnya sederhana banget, yaitu memastikan durasi dan perlekatan mulut bayi saat Mommies menyusui. Apakah bayi sudah menyusu selama 20 – 30 menit disatu payudara, tanpa terlepas dengan perlekatan mulut bayi yang benar? Jika perlekatan mulut bayi tidak tepat, biasanya payudara Mommies mudah terlepas dari mulut sang bayi,sehingga menyebabkan bayi tidak mampu menyusu selama 20 -30 menit nonstop. Hal ini juga biasa terjadi pada bayi yang memiliki tongue tie (TT) dan atau lip tie (LT) dengan tipe-tipe tertentu.

Bagaimana cara memastikannya?

Bila Mommies menyusui bayinya secara langsung atau Bahasa kerennya direct breastfeeding, lakukan dulu pemerahan selama 3 – 5 menit sebelum Mommies menyusui sang buah hati, agar bayi mendapatkan hindmilk lebih banyak ketimbang foremilknya. Lakukan ini 6x sehari selama 1 minggu ya, Moms. Setelah 1 minggu, lakukan pengecekan terhadap berat badan bayi. Apabila berat badannya naik, berarti penyebab ketidak naikan berat badan bayi adalah bayi kurang mendapatkan hindmilk. Nah, mulai deh Moms & Dads cari tau penyebab kenapa sang bayi tidak dapat menyusu selama 20 – 30 menit disatu payudara secara nonstop sehingga kurang mendapatkan hindmilk. Apakah karena mekanik atau karena ada masalah kelainan gen (syndrome tertentu).

Cara lain yang bisa Mommies lakukan kalau berat bayinya susah atau tidak naik adalah dengan memberikan tambahan ASI perah atau ASIP yang kaya akan hindmilk. Kalau Mommies memerah atau memompa ASI, tampung hasil pemerahan awal diwadah A. Setelah itu, perah lagi sisa ASI dan simpan didalam wadah B. Berikan ASIP yang berada didalam wadah B kepada bayi, 6x sehari, dengan isi setiap wadahnya 50ml, selama 1 minggu. Bila kenaikan berat badan bagus maka dapat dipastikan bayi mendapat hindmilk lewat tambahan asi perah. Dan masalah berat badan tidak naik adalah bayi kurang lama menyusunya. Pastikan kembali apa yang menjadi masalah saat bayi menyusu. Apakah mekanik atau kelainan gen?

Ketika berat badan bayi susah atau tidak naik, pemberian susu formula sebenarnya tidak akan banyak membantu, apalagi bila si penyebab utamanya tidak dicari dan ditangani dengan baik. Jika pemberian susu formula saja tidak banyak membantu, apalagi pemberian ASIP atau susu formula dengan menggunakan media dot demi meningkatkan volume minumnya bayi? Yang ada, bukannya memberikan solusi, malahan menambah masalah baru, seperti bingung puting misalnya. Sama seperti pemberian susu formula, pemberian vitamin pun tidak akan membantu banyak.

Jadi Moms & Dads, bila ada permasalahan pada berat badan bayi yang sulit atau tidak naik, jangan buru-buru memberikan susu formula ya. Cari penyebabnya, tangani dengan tindakan yang tepat.

Mengapa kita sangat yakin dengan susu sapi yang berbeda spesies dengan kita?

Mengapa kita sangat yakin dengan keamanan susu formula?

Mengapa kita tidak yakin dengan ASI donor yang jelas berasal dari manusia?

Jika kita takut penyakit penyakit manusia menular lewat ASI, mengapa kita tidak takut terhadap penyakitnya sapi?

Mengapa kita tidak sterilkan saja ASI donornya, sehingga kita bisa yakin seperti kita meyakini susu sapi yang disterilkan.

Jika kita tidak yakin dengan makanan pendonor, mengapa kita sangat yakin dengan makanannya sapi?

Jika permasalahan tidak memilih ASI donor karena Agama, adat, atau aturan dalam keluarga, maka ranah diskusinya berbeda.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *