Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui

Posted on Posted in Info Laktasi, Informasi Dasar, Menyusui

Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui

Ilustrasi : doktersehat.com

Rumah ASI Bali - Hi Mom saat menyusui, tentunya Moms juga bertanya-tanya kan? Apa boleh menggunakan kontrasepsi? Apa saja sih kontrasepsi yang aman selama menyusui? Yukk, simak penjelasan di bawah ini Moms..

Menunda kehamilan / Mengatur jarak kehamilan

Demi tumbuh kembang bayi dan kesehatan / keselamatan ibu

Pada prinsipnya, bila ingin menyusui maka niatkan diri kita untuk menyusui minimal 2 tahun, demi memenuhi kebutuhan perkembangan otak bayi. Di 2 tahun pertama terjadi perkembangan otak bayi yang luar biasa sampai 80%.

nah bagi ibunya sendiri, pada masa 2 tahun juga digunakan untuk memulihkan rahim, sehingga lebih optimal dalam menyiapkan lingkungan bagi bayi berikutnya.

 

Bagi ibu yang melahirkan secara Sectio Caesarea (SC), maka dalam jangka waktu 2 tahun digunakan untuk mengembalikan kekuatan rahim ibu pasca operasi. Setelah 2 tahun menyusui, biarkan bayi melepas payudara dengan sendiri, bukan dipaksa. Jadi bayi menyapih ibunya, Bukan ibu menyapih bayinya.

 

Untuk bisa menyusui selama 2 tahun dan memulihkan lingkungan rahim ibu atau mengembalikan kekuatan rahim pasca SC, maka ibu wajib menunda kehamilan atau mengatur jarak kehamilan yang mana bukan berarti ibu tidak boleh berhubungan sex dengan suami ya moms. Jadi ibu tetap berhubungan sex dengan suami tercinta, namun tetap menjaga jarak kelahiran.

 

Kehamilan adalah anugerah, kesehatan adalah anugerah dan keselamatan ibu adalah anugerah buat kelangsungan tumbuh kembang bayi, oleh karena itu ibu harus jaga diri, rawat diri demi anak-anak. Kehamilan terjadi karena sperma dan telur bertemu. Pencegahan pertemuan ini dilakukan dengan bantuan metode kontrasepsi, misal : KB alami, KB dengan mekanik (kondom pria dan IUD /spiral) atau KB hormon (pil, suntik, susuk).

 

Bila menggunakan hormon perlu dipilih Kontrasepsi atau KB yang hanya mengandung hormon progesteron, kalau ada kandungan estrogen-nya beresiko mengurangi produksi asi. Sedangkan pada metode alami bisa dilakukan dengan memantau masa subur dan memantau lendir serviks lewat vagina dan suhu badan basal / pagi hari. Menggabungkan 3 metode alami lebih baik dibandingkan hanya 1 metode, dan KB alami sangat memerlukan ketelitian, ketekunan dan rajin. Sehingga bagi ibu atau suami yang pelupa mudah sekali gagal dengan metode alami. Gunakan aplikasi My Calender (download di playstore) ya mom untuk memantaua kapan subur dan kapan harus berhubungan dengan kondom atau tanpa kondom.

 

Bila menggunakan proses menyusui sebagai KB alami atau yang biasa disebut Metode Amenore Laktasi (MAL) maka syarat yang harus dipenuhi antara lain: bayi belum usia 6 bulan, bayi menyusu ekslusif dan ibu belum menstruasi. Bila bayi pernah menggunakan DOT dan atau formula maka ada baiknya tidak menggunakan menyusui sebagai KB alami / MAL ini, mengingat DOT dan Formula mengganggu kekuatan hisap bayi dan refleks antara areola dan otak ibu.

 

Kehamilan dapat terjadi walaupun ibu belum menstruasi setelah persalinan. Jadi sebaiknya segera menggunakan alat Kontrasepsi saat memutuskan menyusui sampai 2 tahun. Dedikasikan diri bapak dan ibu pada waktu 2 tahun pertama kehidupan bayi demi tumbuh kembang yang optimal. Pilih alat kontrasepsi yang nyaman untuk diri sendiri.

 

Sedikit sharing tentang pengalaman pribadi saya :

Saya sepakat dengan istri untuk memiliki anak setelah 3 tahun pasca menikah, karena kami ingin jalan jalan sejenak pasca kami menikah. Kemudian 2 tahun pasca menikah setiap ovulasi kami tembakan sperma, sehinga bayi pertama lahir di usia menikah 3 tahun. Kami bisa mengetahui ovulasi dari pemantauan siklus haid, yang mana sekarang bisa dilakukan dengan aplikasi My Calender. Pasca bersalin kami gunakan kondom saat masa subur, dan tanpa kondom di masa tidak subur. Setelah anak pertama berusia 6 tahun, kami hamil anak kedua dan bersalin saat anak pertama berusia 7 tahun.

 

Saya menggunakan kondom, karena saya tidak tega kalau istri minum pil tiap hari atau disuntik tiap bulan atau 3 bulan, atau dipasang alat di rahimnya. Cukuplah istri saya hamil dan melahirkan dan menyusui, biarlah menjarangkan kehamilan menjadi tanggung jawab saya, biarlah menjaga kesehatan dan keselamatan istri menjadi tanggungbjawab saya sebagai suami.

 

Saat usia sudah cukup, maka saya memutuskan KB mantap / steril, sebagai suami saya pilih vasektomi / steril pria, yang merupakan operasi kecil yang mudah dikerjakan dan sangat baik dilakukan oleh suami sebagai tanda cinta untuk istrinya. Saya kerjakan di tahun 2016, setelah anak kedua kami berusia lebih 2 tahun.

Jadi Mom, tidak hanya para istri saja loh yang bisa berKB. Pak Suami juga bisa mengambil peran dalan Keluarga Berencana ini . 🙂 🙂

Rumah ASI Bali

dr. Oka Dharmawan, IBCLC, MARS

Konsultan Laktasi

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *