KulGram Post Partum Blues (Baby Blues)

Posted on Posted in Aktivitas

Hi Moms & Dads, gimana kabarnya hari ini? Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagian yang berlimpah ya.

Kali ini saya mau share Resume KulGram Rumah ASI Bali yang bertema Post Partum Blues atau yang biasa dikenal dengan nama Baby Blues.

Tanpa harus banyak basa-basi, langsung aja ya saya share resume-nya.. Monggo disimak.

 

Selamat malam peserta KulGram
Sesaat lagi kita akan memasuki waktu KulGram. Dimohon agar menghentikan
semua aktivitas grup sementara.
Terimakasih atas kesabarannya menanti KulGram Rumah Asi Bali
Senang sekali melihat antusias member Rumah Asi Bali
Ada bbrp point yang perlu diperhatikan ya :
1. Materi dan peraturan kulwap akan di share oleh moderator minimal H -1
sebelum kulgram di mulai.
2. Tidak diperkenankan menyebarluaskan materi yang diberikan tanpa izin dari
pemateri
3. Tidak diperkenankan ada yang keluar grup saat kulgram berlangsung.
4. Bagi peserta kulwap diharapkan follow IG dan like FB Rumah Asi Bali untuk
dapat info kulwap dan kegiatan RAB lainnya.
https://www.instagram.com/rumahasibali/
https://www.facebook.com/rumahasibali/
Mari kita memasuki waktu hening sebelum KulGram dimulai.
Terimakasih, semangat belajar bersama

 

Sekilas tentang Rumah Asi Bali…
Rumah ASI Bali ( RAB )
Sebuah support group bagi ibu ibu menyusui di Bali & sekitarnya. RAB dibentuk oleh dr. Oka Dharmawam, IBCLC (Konsultan Laktasi) untuk mendampingi dan saling tolong menolong bagi ibu dan ayah yg ingin memberikan ASI kepada buah hatinya.
Sejak tahun 2015 awal hingga saat ini Rumah ASI Bali telah beranggotakan 600 keluarga dengan visi yang sama. Dengan rutinitas yang cukup intensif melalui jaringan komunikasi media sosial, pada orang tua muda ini dapat bertanya dan memberikan pengetahuan terhadap sesama seputar manfaat ASI hingga gizi anak.
Info lebih lanjut kunjungi website kami www.rumahasibali.com

 

BIODATA NARA SUMBER
dr. Monika Joy Reverger, SpKJ
• Ibu dari Tristan (11th), Trisha (7th) dan Trisco (6bln)
• Lulus Kedokteran Umum tahun 2008 dari FK Universitas Atma Jaya, Jakarta
• Lulus Spesialis Kedokteran Jiwa tahun 2012 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta
• Saat ini berpraktek di RS Siloam Bali dan RS Prima Medika, Denpasar

 

PERATURAN KULGRAM
Agar kulwap berjalan nyaman dan tertib, berikut aturan kulwap nya, mohon dijadikan pedoman para anggota :
•Dimohon para member tidak melakukan aktifitas chat grup sampai moderator menutup diskusi, kecuali bagi member yang bertanya dan memberi tanggapan yang telah dipersilahkan oleh moderator.
•Materi mulai diposting oleh moderator minimal 1hari sebelum kulwap dimulai.
•Pertanyaan bisa langsung dikirim ke moderator setelah materi di posting. (Japri) *Format terlampir. Pertanyaan harus sesuai tema
•Jika terdapat pertanyaan yang sama, maka moderator berhak menampilkan 1 pertanyaan saja dari salah 1 peserta.
•Anggota wajib memberikan icon acungan tangan apabila ingin menanggapi jawaban moderator. Maximal 1x tanggapan.

•Untuk menghormati privasi para pemateri, Dimohon untuk tidak japri para pemateri secara pribadi, kecuali sudah dipersilahkan para pemateri secara langsung.
•Dilarang keluar grup saat KulGram berlangsung, bagi yang ingin keluar darigrup KulGram, dipersilahkan sebelum dan sesudah KulGram selesai.
•Demi menghormati hak cipta materi, maka kami tidak memperkenankan segala bentuk materi kulwap di share diluar grup KulGram RAB, kecuali jika sudah ada izin dari pemateri secara langsung.
Terimakasih atas perhatian para anggota RAB…

Semoga diskusi berjalan nyaman dan setiap ilmu yang disampaikan berguna..

 

PEMBUKAAN
MODERATOR :
Selamat malam peserta KulGram Rumah Asi Bali… Kita sudah melewati waktu hening.
Assalamualaikum, salam sejahtera untuk seluruh peserta Rumah Asi Bali, KulGram kali ini akan mengangkat thema: Post Partum Blues atau yang lebih dikenal dengan Baby Blues dengan
Narasumber: dr Monika Joy Reverger, SpKJ
Sebelum memulai sesi tanya jawab, ijinkan saya sebagai Moderator memperkenalkan diri..
Nama saya Sisca Romana, biasa dipanggil Sisca
Profesi sebagai Ibu Rumah Tangga
Saya seorang ibu dari 1 orang anak dan saat ini sedang mengandung anak kedua
Baik sekian perkenalan dari saya :blush::pray:
Saatnya kita menyapa nara sumber kita yang keren ini. Halo dr Joy, selamat malam.
Terimakasih untuk kesediaannya menjadi Narasumber dikegiatan reguler kami, yaitu KulGram bersama Rumah Asi Bali

NARA SUMBER :
Halo Selamat Malam semuanya
Terima kasih mom Sisca
Senang bisa berbagi dengan teman2 disini
Semoga teman2 semua jg dl keadaan baik yaa

MODERATOR :
Baik dok, dan bapak ibu sekalian untuk mempersingkat waktu mari kita buka sesi tanya jawab yang pertama..
Sesi pertama ini dimulai dari beberapa pertanyaan yang sudah masuk ke kami

 

PERTANYAAN 1
Nama : Winda
Usia anak : 13 bulan
Jenis kelamin : laki-laki
Pertanyaan :
Saya merasakan beberapa gejala depresi post partum sejak awal kelahiran anak hingga skrg anak sy sudah berusia 13bulan. Saya sering merasa terbebani, mudah marah pada suami, mudah jengkel pd anak meski sy sama sekali tdk pernah membentak maupun melakukan kekerasan fisik pd anak. Padahal dukungan berbagai aspek dr suami sangat besar bahkan melebihi dr yg suami2 umumnya lakukan. Suami sering membantu saya memandikan anak, mengajak bermain anak, menggendong kemana pun ketika bepergian, tetapi mengapa saya masih sering merasa depresi dan
terbeban dengan adanya kehadiran buah hati yg selama ini sy harapkan? Tidak jarang sy merasa terbeban dgn hal2 yg saya hadapi seperti anak selalu GTM, bb kurang, sakit, dan rewel yg tidak saya ketahui penyebabnya pdhl saya ini ibunya. Jam tidur saya juga sangat cukup, fasilitas dr suami dengan adanya pembantu yg membantu bersih2
rumah juga sudah saya dapatkan. Pekerjaan mencuci baju sudah laundry. Bahkan kegiatan sehari2 saya sbg IRT dibilang sangat ringan karna hanya memandikan anak, memberi makan, menyusui, dan mencuci sedikit baju anak saja. Saya juga menstruasi sudah normal. Sy sering merasa kebingungan menyikapi anak. Mengapa saya masih sering merasa terbeban dengan adanya anak sbg individu baru dlm kehidupan saya? Dan bagaimana saya harus menyikapi depresi saya agar tidak lagi merasa terbebani menjadi ibu baru? Terima kasih.
bahkan sy mengalami insomnia. Pdhl sudah sy paksa tidur. Minum teh panas atau coklat panas sebelum tidur. Tetapi masih insomnia dan depresi post partum.

Jawaban Nara Sumber
Baik, terima kasih ibu Winda atas pertanyaannya
Nah, seseorang sdh bisa dikatakan depresi jika ada perubahan pola perilaku dari sebelumnya, ada hendaya / hambatan dan ada disfungsi / ketidakmampuan melakukan fungsi sehari2, baik sbg istri maupun sbg ibu.
Depresi dapat muncul karena ketidakseimbangan hormon pasca melahirkan,namun yg jg berperan penting adalah adanya faktor keturunan dalam keluarga,misalnya ada riwayat gangguan perasaan pada ibu / nenek.
Insomnia yang mom alami juga merupakan indikator ada sesuatu yang “salah”pada diri kita
saran saya cobalah datang ke profesional, agar bisa dijabarkan masalah2 yang muncul, yang menyebabkan masalah tsb dan bgmn memperkuat adaptasi ibu untuk mengatasi masalah yg mungkin akan dihadapi di kemudian hari.
Datang bersama suami jg akan sangat membantu

 

PERTANYAAN 2
Nama : Avanty Eka Putri
Usia anak : 2 bulan
Jenis kelamin : laki-laki
Pertanyaan :
Berapa lama kah mom yg baru melahirkan mengalami baby blues dan bagaimana cara penganganannya untuk diri sendiri ketika mengalami baby blues??
Terima kasih

Jawaban Nara Sumber :
Baby blues biasa terjadi dalam hitungan ‘hari’ setelah melahirkan dan hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang
lebih 2 minggu setelah melahirkan.
Perlu diingat bahwa sekitar 80persen ibu melahirkan mengalami baby blues, tapi gejalanya ringan.
Yang bisa dilakukan jika sdh ada tanda baby blues adalah : minta bantuan orang tua atau pasangan utk menjaga bayi, coba untuk beristirahat cukup saat bayi tidur, bicara dengan orang yg bisa dipercaya ttg perasaan kita.

Yang di sebelah kiri adalah gejala baby blues.. untuk dibedakan dari depresi paska persalinan. Pengenalan terhadap gejala penting sekali.
Tanggapan Penanya :
terima kasih dan dokter Joy terima kasih juga sudah menjelaskan nd menjawab pertanyaan dari saya

 

PERTANYAAN 3
Nama : Vany Primaliraning
Usia anak : 15 hari
Jenis kelamin : laki-laki
Pertanyaan :
Saya tinggal bersama ortu suami dan kakaknya di seputaran sanur. Ibu suami sy sangat percaya dg hal2 mistis khususnya kalau anak sy nangis pasti digangguin sama hal2 mistis apalagi nangis jam2 malam, padahal anak sy nangis karena bak, bab, minta nyusu. Kebetulan suara tangisan anak sy dr lahir emang keras,jd pas nangis mertua sy selalu membangunkan seluruh anggota keluarga di rumah untuk menolong anak sy, bahkan meminta kakaknya untuk menenangkan anak sy (digendong). Suasana malam jd ramai segala macam pertanyaan yg lumayan buat sy agak setres ditanyakan ke sy (asinya uda bagus, kasi sufor dulu, kasian anaknya), dan satu titik sy merasa dg hal tersebut sy tidak memiliki privasi, keintiman dg anak sy bahkan sy merasa dianggap tidak becus jd ibu (sy tau asi merupakan satu2nya makanan anak sy maka sy sangat menjaga asupan makanan yg sy makan). Akhirnya sy bicarakan dg suami terkait ketidaknyamanan itu, jadi keluarga masuk kamar kami uda bisa diminimalisir Cuma, mertua sy akan diam dpn kamarnya setiap anak sy nangis. Disinilah mulai timbul rasa takut kalo anak nangis malam karena mertua sy akan berjaga di depan kamarnya. Sy kurang tau apa ini baby blues atau tdk, seandainya tdk apa yg seharusnya sy lakukan biar tdk ke arah sana atau memperparah keadaan? Terima kasih

Jawaban Nara Sumber :
Dear ibu Vany, kasus ibu jujur cukup rumit karena melibatkan mertua…Tapi saya lihat suami cukup paham dan mendukung ibu. Dari cerita ibu, sepertinya mulai muncul rasa cemas, cobalah untuk bersikap tegas kepada mertua, dan jika mmg mertua masih ada di depan kamar kita, coba kita rubah pola pikir kita misalnya : karena dia sayang dengan cucunya, tapi kita sebagai ibu dari bayi ,maka kita yg paham kebutuhan bayi kita. Baby blues atau depresi bisa muncul bila ada rasa cemas menjadi berkepanjangan dan mempengaruhi kita merawat diri sendiri, pasangan dan anak kita. Jadi kenalilah gejala2 depresi di awal, bicara dg suami, atau dengan tenaga profesional, tetapkan aturan di rumah untuk kita dan mertua. Bukan hal yang mudah memang.. tapi merubah pola pikir itu mungkin dilakukan dan bisa mengurangi kecemasan kita
Tanggapan Penanya :
Makasi dok… berdiskusi secara baik sudah dilakukan, cuma tanggapannya sy masih anak kecil (maklum cucu laki pertama di keluarga besar)… mungkin sy yg harus membiasakan / tdk menghiraukan y?

Jawaban Nara Sumber :
Membiasakan atau tidak menghiraukan akan baik apabila tetap disertai sikap tegas dan konsisten kita. Tapi kalau dengan seperti itu Ibu Vany menjadi tidak nyaman atau semakin bertambah kecemasannya, mungkin perlu dicari jalan keluar lain bersama suami yg terutama. Tapi kalau ibu Vany bisa nyaman pada akhirnya, berarti sikap tsb berhasil.
Tanggapan Penanya :
Makasi ya pencerahan bu dok dan moderator

 

PERTANYAAN 4
Nama : Ami
Usia anak : 14 bulan
Jenis kelamin : laki-laki
Pertanyaan :
apakah baby blues mempengaruhi asi? Penyebabnya apa dan gimana solusinya?
Jawaban Nara Sumber :
Baby blues bisa mempengaruhi ASI,karena kunci mengASIhi adalah perasaan tenang dan nyaman, yang hilang pada keadaan baby blues. Juga karena stress (salah satunya baby blues) mempengaruhi pelepasan hormon2 yg berpengaruh pada menyusui..
Solusinya : TETAP menyusui, karena kegiatan menyusui bisa meningkatkan bonding /kedekatan ibu dan bayi dan pada akhirnya membantu mengatasi baby blues /menurunkan stress. Dan juga cari waktu untuk rileks, pijat juga membantu, titipkan bayi beberapa menit pada suami / orang tua / nanny.

 

PERTANYAAN 5
Nama : Eka
Usia anak : 12 bulan
Jenis kelamin : perempuan
Pertanyaan :
Saya melihat teman2 dan kerabat saya ada yg mengalami depresi post partum..Bagaimana cara yg baik dan tidak menyinggung untuk menyampaikan pada penderita depresi post partum, bahwa ia memerlukan pertolongan ahlinya (utk konsultasi maupun terapi)?
Terimakasi moderator dan pemateri

Jawaban Nara Sumber :
Baik
Untuk membantu teman dan keluarga terkadang agak sulit dan tricky, karena jujur saja,di Indonesia, masalah gangguan jiwa masih merupakan hal yang “tabu” dibicarakan.
Nah untuk menyiasatinya, bisa berangkat dr hal2 yang benar dia alami dan bisa diukur, misalnya “Kamu agak sulit tidur kan belakangan” atau “Sepertinya nafsu makan kamu berkurang ya sejak punya bayi”, dari sana baru kita pelan2 mengarahkan mereka keseseorang yg lebih mengerti tentang hal ini, ajak mereka untuk berpikir lebih ke depan,misalnya “Yuk, agar kamu bs happy lg spt dulu” atau “Biar kita bs lebih sering hangout sama anak2 kita” atau “Biar tidur kamu membaik”
Kalau bisa temani saat berkonsultasi – ini sangat membantu, pasien2 saya yg awalnya enggan datang ke psikiater (emangnya saya gila? -itu pikiran awal mereka), akhirnya mau datang krn ada yg menemani

 

PERTANYAAN 6
Nama : Kade Kusuma Dewi
Usia anak : 2 bulan 10 hari
Jenis kelamin : perempuan
Pertanyaan :
Anak sy umur 2 bulan tp dari lahir menolak/menangis utk menyusu langsung, sudah konsultasi ke laktasi namun belum berhasil, akhirnya asi diperoleh dg pompa, itupun krn keterbatasan waktu dan minum bayi lbh banyak dr hasil pompa, sy selingi sufor jg. Karna dr awal sy tau bahaya sufor, sy mrasa brsalah dan dilema, sempet cr donor tp krn dluat daerah susah dpt kiriman, dan brbagai cara sy lakukan, namun sy mrasa sperti stres tdk terlihat, kadang sy
nangis liat bayi sy mnum sufor sdangkan baju sy basah kena asi, sy sll coba kasi PD sy sambil pelan2 ngomong sm bayi spy mau nyusu, tp dia teriak2, kdang pernah kesel pas bayi kehausan tidak sy gendong dulu tp saya pompa asi spy dia dpt asi bukan sufor, sy cm liatin bayi sy yg nangis sambil bingung ap yg hrs sy lakukan karna trlalu pingin bayi sy mnum asi. Sy smakin sadar stres sy pas puncaknya ketika pernah dtg pengasuh, mengambil asip yg sdh sy
tampung rapi dr subuh, dia ambil dan buang asip sy untuk dicuci botolnya. Saat itu sy tdk punya cadangan lg, krn sy sibuk mandiin bayi, sy tdk lihat kejadiannya, pas sy tau saya teriak2 menjerit sejadi2nya sy lempar smua barang drmh, bayi menangis sy biarkan, sampai bayi sy brhenti mnangis liat sy mnangis jg, dan kejadian itu bikin sy trauma smpai skrg sy msh inget, ketakutan tiap denger/baca ttg bahaya sufor sy inget kejadian itu terus, untungnya sy punya dsa yg baik dy tetep support walo sy blm berhasil ful asip. Apa mgkn sy kena depresi post partum, bgmn cara mengatasinya ya, kadang sy bs mnerima smbil brdoa, kdang sy msh mnangis atau sensitif tiap mndgr mslh asip atau sufor, sy mrasa sperti ibu yg jahat krn memberi sufor pd bayi sy, tp sy tdk tau apa yg hrs dilakukan apalagi sbntar lg sy hrs kerja jd otomatis sy akan mnyerahkan sbagian wkt menitipkan bayi ke penitipan/keluarga, smp saat ini pun sy
tdk bs nyimpen asip utk digunakan saat sy kerja, krn sdh habis dmnum tiap shabis mompa.
Terima kasih sebelumnya.

Jawaban Nara Sumber :
Pertama2, saya mau ucapkan bhw ibu adalah seorang ibu yang baik, walaupun ibu belum memberikan ASI 100 persen kepada bayi ibu. Untuk dapat menjawab pertanyaan apakah ibu menderita depresi post partum, dalam
kondisi ibu, saya sarankan lebih baik bertemu dg tenaga profesional, dan ini harus dilakukan sesegera mungkin karena sepertinya mulai ada perasaan bersalah yang ibu rasakan, juga mempengaruhi emosi menjadi lebih sensitif.
Mengingat sebentar lagi ibu akan kembali bekerja, hal ini perlu dilakukan secepatnya agar ibu bisa bekerja dg baik dan tenang meninggalkan bayi di rumah
Tanggapan Penanya :
Terima kasih sebelumnya dok Joy Reverger, sebaiknya saya konsul kmn ya, ap psikiater ap kmn, krn sbnernya sy dr dlu sempet kepikiran konsul hanya sja tdk tau kmn, trims
Jawaban Nara Sumber :
Iya bu Kade, sebaiknya ke Psikiater yg terdekat dulu ya, boleh japri saya utk bisa syre ferensikan :blush:
Tanggapan Penanya :
Baik dok, trims…ok trims jg mom sisca

 

PERTANYAAN 7
Nama : Bella
Usia anak : 7 bulan
Jenis kelamin : perempuan
Pertanyaan :
Saya bella ibu satu anak umur 7 bulan. Saya mau bertanya,
Jd gini dok, dulu waktu baby sy usia 1 bulan sy dibilang kena babyblues sama kakak sy. Sy sih tidak menyadari krn mungkin sy uda sibuk ama pekrrjaan ibu ruma tangga dan ngurus anak krn sy tidak punya helper jg. Yg sy tau sy hanya sedih tiap liat anak sy krn sy ngerasa ga jd ibu yg baik buat dia, ditambah tekanan dari kluarga ttg
bgaimana sy parenting sy jd suka nangis liat anak sy. Temperamen ga nentu jg. Dan sy abaikan itu sampe skrg anak sy 7 bulan sy masi suka ngerasa stres sndiri tiap anak sy rewel, malem masi suka sedih liat anak saat dia tidur sy mewek, dan sy suka takut anak sy ga jadi anak yg baik krn didikan sy yg sy rasa kurang, percaya diri sy kurang
dan sy ngerasa ga ngasi yg terbaik buat anak sy. Sy suka stres sendiri mikir itu dan slalu muter2 di kepala sy, kalo uda penat sy lgsg badmood seharian, kadang kalo sy sadar sy kesian ama suami dan anak sy sy gituin. Apakah ini dampak babyblues yg sy sepelein kmrn? Krn skrg sy banyak kecemasannya dok. Terutama dlm ngurus anak sy. Terimakasih dokter

Jawaban Nara Sumber :
Kita semua ibu yg baik yaa :relaxed:namun, yang ibu Bella alami bisa saja akibat dr depresi yg berkepanjangan (tapi sekali lagi untuk menegakkan diagnosis perlu bertemu dg tenaga profesional ya bu)…
nah yg perlu kita perhatikan adalah, jika kemampuan merawat diri sendiri, suami dan anak sudah terpengaruh, maka itu adalah pertanda ada sesuatu yang kurang benar dl diri kita. Dan untuk bisa membantu orang2 yg kita cintai, kita harus bisa menolong diri kita sendiri dahulu..
Cari tenaga profesional yg bisa membantu Agar apa yg ibu Bella rasakan bisa tertangani dg baik
Tanggapan Penanya :
Kadang kalo sy uda penat bgt dan anak sy rewel sy rasanya seperti ingin menyakiti dok, dan setelah sy mikir sy lgsg nangis sndiri knp sy bgitu ya, sy pengen cari psikolog sekedar untuk diajak berbagi tp sy gatau dimana di bali yg enak diajak sharing. Dan suami sy bukan tipe pendengar yg baik sih, jd sy kaya ngerasa hilang arah dan gatau kemana. Krn kadang mama sy suka blg sy ga becus ngurus anak ke orglain didepan sy sendiri dan suka ngmg kekurangan sy k org lain, itu suka buat sy tertekan… Jd seperti lingkungan sy pun tidak mendukung. Kadang sy mikir apa sy gila sndiri,, sy enaknya kemana ya dok..
Jawaban Nara Sumber :
Boleh japri saya ya Bella. Biar rasa tertekannya Bella tidak berkelanjutan
Tanggapan Penanya :
Baik makasi bu dokter

 

PERTANYAAN 8
Nama : Wulan Makatita
Usia anak : 14 bulan
Jenis kelamin : laki-laki
Pertanyaan :
Ini saya bertanya untuk sepupu saya.. Dia habis melahirkan cuma berdua dengan suami, org tua jauh. Setiap lihat anak, jatuhnya nangis terus.. Apa yang harus dia lakukan biar ga begitu trus ya?

Jawaban Nara Sumber :
Kalau kasus ini, hrs dilihat dulu kenapa dia menangis? Rindu kah dg orang tua? Merasa sendirian kah? Atau ketakutan merawat bayi? Atau kemungkinan2 lainnya. Mungkin sepupu bth bantuan dalam mengasuh bayi agar tidak “sendirian”. Yang bs dia lakukan juga bergantung pd alasannya, misalnya memang sedih karena jauh dr orangtua, merasa kesepian, mgkn bisa dibantu dg lbh sering berkomunikasi, minta jg teman untuk datang jk ada waktu. Jika ada ketakutan, mungkin perlu dibantu nanny. Jika sedih kelelahan, mgkn perlu sedikit “me-time” berkoordinasi dg suami. Begitu kira2 mom Wulan
Tanggapan Penanya :
Ok siap dok. Nanti saya tanyakan lebih lanjut.. Soalnya jauh orgnya.. Nanti gimana2
bolehkah saya japri dr Joy?

 

PERTANYAAN 9
Nama : Susanti
Usia anak : 14 bulan
Jenis kelamin : laki-laki
Pertanyaan :
Saya awal melahirkan merasa tidak baby blues.. tapi saat anak saya usia 3bulan saya sering nangis. Saya merasa takut tidak bisa membahagiakan anak saya.. di awali dgn saya tidak bisa memberikan asi, bahkan sampai skrg anak saya masih sufor. Saya sangat tertekan dengan org2 yg menganggap saya bukan ibu yg smpurna karena tidak bisa memberikan asi. Saya tidak tahu kasus saya ini baby blues apa bukan. Kira2, langkah apa yg saya ambil agar saya tidak galau berkepanjangan

Jawaban Nara Sumber :
Nah ini kembali lagi ya, semua ibu sempurna, tidak bisa dilihat dr memberi asi full atau tidak.. seseorang dikatakan menderita baby blues jika sedih berkepanjangan segera setelah melahirkan dan depresi jk berlangsung lbh lama serta ada hambatan dalam melakukan tugas / kewajiban sehari2, merasa bersalah, dan perasaan ini menetap.
Coba cari teman yg netral untuk bs mendengarkan, latihan juga untuk merubah pikiran yang negatif menjadi lebih positif.
Kadang kita perlu “rehat” dari sosial media jg, krn kita lihat banyaknya ibu yg berhasil memberi ASI ekslusif lalu membuat kita down..

 

PERTANYAAN 10
Nama : Sari Mynarti
Usia anak : 4 tahun, 11 bulan
Jenis kelamin : laki-laki
Pertanyaan :
Yang mau saya tanyakan, saya sampai detik ini masih berasa bersalah dengan anak perempuan saya, karena waktu bayi (usia 3mingguan) saya hampir membanting dia. bagaimana caranya berdamai dengan perasaan bersalah saya ya?
Terima kasih dr. Joy

Jawaban Nara Sumber :
Salah satu cara yg bisa ibu lakukan adalah dengan menulis apa yg sdh ibu lakukan yg baik kepada anak ibu. Buat list, dan dibaca berulang kali. Rasa bersalah itu memang susah dihilangkan, karena berkaitan dg memori yg tersimpan, tapi dari situ kita belajar, belajar menjadi ibu yang lebih baik. Saya yakin, pasti banyak hal baik yg telah ibu lakukan buat putri tercinta, dan itu kita list kita tuliskan. Kenapa harus ditulis? Karena jika hny diingat saja kita mudah lupa, dg menulis, kita akan bisa baca berulang kali
Tanggapan Penanya :
terima kasih dok, bertanya begini membuat saya flash back. terima kasih ibu sisca
Jawaban Nara Sumber
Sama2, biarkan memori yg kurang menyenangkan itu tetap disana, namun kita bisa “membungkusnya” dengan memori yg lebih baik dan lebih menyenangkan

 

PERTANYAAN 11
Nama : Wulan Makatita
Usia anak : 3 tahun, 14 bulan
Jenis kelamin : perempuan. laki-laki
Pertanyaan :
Saya mau nanya.. Ayah atau Kakak apa bisa mengalami baby blues jga kah? Misal kk yg sejak ada adek rewel. Apa tergolong baby blues? Maaf ya klo melenceng.
Jawaban Nara Sumber
Namanya : sibling rivalry. Sibling Rivalry muncul setelah ada saudara yg lahir. Biasa umum terjadi dari kakak ke adik. Kakak menjadi iri hati dg kehadiran adik sehingga muncullah perilaku yg menentang, lbh emosional, caper kalo bahasa kekiniannya :sweat_smile:
Yg bisa dilakukan cthnya :
1. Ajak kakak terlibat dg pengasuhan adik (sesuai umur kakak ya). Misal ambil pampers, pangku adek
2. Ibu jg tetap sediakan waktu utk kakak tentunya
Tanggapan Penanya :
Iya bener.. Sudah busis.. Makasih banyak y dok dan busis waktu dan ilmunya..

 

PENUTUP
Moderator :
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 dengan berat hati saya tutup sesi tanya jawab KulGram kali ini,
Terimakasih atas perhatian para anggota RAB
Terima kasih kepada dr Joy atas waktunya berbagi ilmu dan membantu ibu-ibu disini.
Semoga ilmu yang disampaikan bisa bermanfaat
Nara Sumber :
Terima kasih ibu moderator dan ibu2 sekalian
Moderator :
Baik, dengan ini saya nyatakan KulGram reguler Rumah Asi Bali sudah selesai.
Silahkan bisa dilanjutkan aktifitas grup seperti biasa. Saya Sisca pamit undur diri
Sampai jumpa di KulGram RAB berikutnya
Salam MengASIhi

 

Naaaaaahhh.. itu tadi resume atau ringkasan dari KulGram Rumah ASI Bali ya Moms & Dads..

Bila dirasa bermanfaat, feel free untuk dibagikan ke orang-orang sekitar lho..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *