KulWap – Melahirkan Alami dengan Nyaman

Posted on Posted in Activities

Halo Moms and Dads,

Menjelang weekend kali ini, Jumat 5 Januari 2018, kami mengadakan kulwap di siang hari yaitu pukul 12 siang dengan durasi satu jam saja sampai pukul 1 siang. Dengan narasumber idola ibu-ibu di grup yaitu dokter Hariyasa, SpOG. Wah, waktu yang terbatas sekali ya. Dan juga spesialnya adalah, dokter Hari menjawab pertanyaan para ibu dengan voice note. Jadi seperti bertemu langsung. Banyaaaaak sekali yang mengacungkan telunjuk selama KulWap, pertanda topik kali ini sangat dinantikan oleh para ibu, yaitu “Melahirkan Alami dengan Nyaman”. Dengan hanya dapat menjawab 6 pertanyaan karena terbatasnya waktu, kami sudah sangat terinspirasi dan termotivasi.

Sudah penasaran banget kan Moms and Dads, silakan simak rangkuman berikut ini..

RANGKUMAN

Biodata Moderator:

Nama saya Rinda, ibu dari dua orang anak yang kebetulan kedua proses persalinan tersebut saya percayakan oleh Narasumber kita. Beliau orang yang menuntun saya dan suami untuk tetap tenang dalam setiap detik proses persalinan..

Biodata Narasumber:

dr. I Nyoman Hariyasa Sanjaya, SpOG (K FM), MARS

Merupakan seorang ayah dari dua orang putra putri,

Menyelesaikan pendidikan dokter umum di FK Universitas Padjajaran thn 1993,

Menyelesaikan Program pendidikan Dokter Spesialis-1 Obstetri dan Ginekologi, FK UNUD/RS Sanglah Denpasar Bali 2002,

Sebagai Occupational Training di Adelaide Women’s and Children’s Hospital South Australia

Sebagai Overseas Observer in Saitama Medical Centre Saitama, Japan

Menyelesaikan program Pendidikan Administrasi Rumah Sakit di Universitas Indonesia tahun 2012

Menjadi Konsultan Kedokteran Fetomaternal, FK UNUD/RS Sanglah Denpasar Bali tahun 2012

Sedang menyelesaikan Program Pendidikan S3 Program Ilmu Kedokteran Universitas Udayana Bali

Saat ini menjabat sebagai Direktur Kasih Medika Outpatient Services Women and Children Health Education Program

Narasumber opening:

Selamat siang Ibu-ibu dan para sahabat peserta KulWap Bersama Grup RAB,
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Semoga saya bisa berbagi tentang hal-hal atau prinsip serta tips and tricks untuk berhasil melalui persalinan yang aman, nyaman dan menyenangkan. Semoga apa yang bisa saya berikan, apa yang bisa saya bagi, bisa berguna untuk kita semua. Terima kasih.

TANYA JAWAB

Sesi I

1. @~Dian Pondika

Penanya :

Selamat siang, terimakasih atas kesempatannya. Saya punya bberapa pertanyaan:

1. Ini kehamilan prtma saya, uk 22 weeks. Sy sangat ingin melahirkan secara normal tp kalaupun harus SC ya tdk apa2. Apa yg bs sy lakukan utk mempersiapkan diri dr sekarang utk persalinan nrmal dan lncr? Mungkin spt senam hamil kah? Atau mungkin ada vitamin khususkah?

2. Jika saat hamil mengalami ambeien, apalah nanti persalinan harus SC? Kondisi apa yg mengharuskan ibu hamil melahirkan scara SC?

3. Trauma spt apa yg ibu2 yg pernah SC rasakan biasanya? Dan spt apa mencegahnya?

Terima kasih.

Narasumber :

Ibu Dian menginginkan, merencanakan melahirkan secara normal. Dan tidak juga khawatir seandainya mengalami persalinan dengan sc. Pertanyaan ini sangat menarik dan saya sangat mengapresiasi, bagaimana mempersiapkan keberhasilan melahirkan normal itu dimulai dari persiapan fisik, mental dan juga dukungan dari orang-orang terdekat, dari suami dari keluarga dan pendamping persalinan baik itu bidan maupun dokter. Mulai dengan keyakinan bahwa ketika Tuhan memberi kehamilan yakinkan diri kita bahwa Tuhan pun telah menyiapkan, mempersiapkan jalan lahirnya. Sampai kebutuhan-kebutuhan janin, bayi kemudian sampai akhir hayatnya. Percaya seperti itu.

Berikutnya, pada dasarnya secara alami, lebih dari 90% ibu-ibu hamil mampu melahirkan bayinya secara normal. Hanya 10% saja ibu-ibu terpaksa harus melalui proses persalinan dengan berbantu, bisa dengan alat vacum, atau dengan sc. Apabila langkah-langkah persiapan telah dilakukan dengan baik, kehamilan dikelola dengan baik, baik ibu maupun janin tidak ada komplikasi, posisi kepala, kemudian mempersiapkan dengan exercise atau mengikuti senam hamil, yoga, kemudian dengan dukungan dari keluarga dan juga para pendamping persalinan, bidan maupun dokter, niscaya keberhasilan persalinan normal dapat diraih.

Kemudian komunikasikan secara intens pendamping persalinan, tentang metode atau cara persalinan yang akan dilalui dan buatlah birth plan atau perencanaan tentang apa-apa saja yang akan dipilih, metode apa yang akan ditetapkan, dan juga hal-hal lain yang berkaitan dengan keberhasilan persalinan itu.
Untuk pertanyaan apakah jika mengalami ambeien harus melahirkan normal atau sc, jawabannya tidak. Dari pengamatan saya selama ini, hampir sebagian besar ibu-ibu hamil mengalami dari grade ringan sampai berat. Tapi sebagian besar di antara mereka, mampu melahirkan normal secara baik.

Trauma seperti apa yang ibu-ibu sc pernah rasakan. Yang paling sering mereka keluhkan adalah nyeri pada daerah luka operasi, dan juga akan mempengaruhi mobilisasi pemulihan dibandingkan pada persalinan normal. Di sisi lain banyak juga ibu-ibu yang mengalami sc, mengalami kendala dalam proses laktasi atau menyusui. Dan juga berkaitan erat dengan resiko pemberian obat-obatan bius. Beberapa ibu mengalami nyeri kepala yang berkepanjangan, dan hal-hal yang lain meningkatkan resiko infeksi karena operasi sc adalah operasi bedah besar yang beresiko.

2. @Selly Zhaafirah

Penanya :
Nama saya selly ibu dengan satu anak

Dok saya ingin bertanya mengapa saat ketuban telah pecah, pasien biasanya dilarang untuk berjalan-jalan dan disarankan untuk berbaring?

Mengapa prosedur penundaan pemotongan tali pusar banyak dilarang di rumah sakit? Apakah memang belum jelas manfaatnya? Terimakasih

Narasumber:

Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh pasien. Masih banyak saya temukan bahwa ibu-ibu yang telah mengalami ketuban pecah dini pada saat kehamilan sudah cukup bulan, banyak mengalami atau dikelola mendapat perlakuan di mana harus imobilisasi artinya tidak boleh berjalan, tidak boleh bergerak, tidak boleh bangun dari tempat tidur. Sebenarnya prinsip ini kuranglah tepat. Pada kasus pecah ketuban, apabila kepala sudah dalam posisi di bawah sudah masuk ke dasar panggul, kekhawatiran terjadinya melorotnya tali pusat itu sangat kecil. Dan justru manfaat dengan berjalan atau berdiri itu memberikan bantuan dengan memberikan tekanan pada mulut rahim. Sehingga mulut rahim sendiri akan menjadi memendek dan tipis. Kemudian akan menyebabkan mempermudah 3 proses yang terjadi pada mulut rahim, pelunakan, penipisan dan pembukaan. Sehingga proses persalinan normal akan cepat terjadi.

Untuk pertanyaan kedua, mengapa masih banyak rumah sakit yang belum mendukung penundaan pemotongan tali pusat, saya kira ini menjadi sebuah tantangan di mana badan kesehatan dunia WHO sendiri sudah menganjurkan, sudah merekomendasi untuk menunda pemotongan tali pusat, setidaknya sampai 2 menit atau sampai tali pusat berhenti berdenyut. Mengapa belum dilaksanakan secara menyeluruh pada banyak rumah sakit, ini berkaitan tentang up to date dari pengetahuan atau efiden terbaru yang perlu disosialisasikan.

Penanya:

Terima kasih dok atas jawabannya.. Berarti jika kita ingin melakukan prosuder DCC harus dengan bidan/dokter kandungan yang pro dengan prosedur ini ya dok?

Narasumber:

Untuk Ibu Selly tentang apakah prosedur DCC harus dengan bidan atau dokter yang pro dengan prosedur ini, jawabannya iya. Jadi kalau bidan atau dokternya tidak mendukung prosedur DCC maka tidak akan mampu bisa dilaksanakan pada proses persalinan. Pesan saya adalah diskusikan dengan bidan dan dokter, dan tentu ini perlu waktu untuk bagaimana menjelaskan, saya mengacu pasa asuhan persalinan normal, yang telah dikoreksi. Sekarang telah mengakomodir prosedur DCC. Jadi di asuhan persalinan normal itu menggunakan ketentuan minimal 2 menit. Nah ini bisa didiskusikan dengan bidan atau dokter kandungan yang akan menolong persalinan ibu-ibu.

3. @Ayu🏈BundaSabina

Penanya:

Terima kasih dokter Hariyasa dan moderator bu rinda atas kesempatan nya.

Yg ingin saya tanyakan. Bagaimana contoh aplikasi konsep smooth landing delivery pada operasi SC ? Dimana banyak ibu2 yg juga agak parno jika melahirkan dg SC.

Narasumber :

Ya, terima kasih atas pertanyaannya. Prinsip smooth landing delivery itu bisa juga dilaksanakan pada prosedur sectio caesaria. Intinya adalah bagaimana proses lahirnya bayi dengan cara sectio melalui abdomen atau dinding perut, dilalui dengan secara graduilnya tidak menimbulkan perubahan tekanan yang begitu mendadak dan drastis. Sehingga bisa menghindari cedera, baik pada kepala maupun pada tubuh janin yang lainnya. Dan perlu diperhatikan juga pada perubahan suhu, dari suhu di dalam rahim menuju suhu ke luar rahim. Di ruangan kamar operasi, suhunya sangat dingin. Oleh karena itu, pada prinsip smooth landing delivery pada sc itu harus dipersiapkan handuk hangat ketika bayi dilahirkan atau dievakuasi dari rahim. Dan bayi langsung dihangatkan, dibungkus dengan handuk yang steril, kemudian handuk yang hangat, kemudian selanjutnya pemotongan tali pusat dilakukan relatif agak tertunda dengan melalukan milking, memeras atau memijit sisa darah yang ada di tali pusat menuju ke arah pusar atau ke arah perut bayi. Idealnya adalah persiapan smooth landing ini harus dikomunikasikan dengan dokter anak, dengan dokter anastesi, dan selanjutnya plasenta bisa dilahirkan tanpa harus memotong dengan melakukan manuil plasenta dan plasenta juga dibungkus, kemudian oleh dokter anak, bayi apabila tidak nampak adanya distress bisa langsung diletakkan di dada ibu dengan bantuan dokter anastesi untuk mengatur space atau ruang obervasi atau monitoring ibu tidak terganggu. Dan prinsip ini tentu harus dipersiapkan secara seksama agar terlaksana dengan baik.

Demikian jawaban saya untuk Ibu Ayu, terima kasih.

Penanya:
Terima kasih dok atas jawaban nya. Untuk SC, berarti konsep smooth landing nya dilakukan oleh dokter anak dan dokter anestesi ya. Untuk dari ibu dan keluarga sendiri, apakah ada tips tips yg harus dilakukan agar sang ibu tidak trauma SC.

Narasumber:

Terima kasih Ibu Ayu atas konfirmasi pertanyaan dari jawaban saya. Untuk sc dengan menggunakan prinsip smooth landing itu memang harus dikordinasikan dengan dokter anak dan dokter anastesi. Berbeda dengan pada persalinan normal. Oleh karena pada prosedur sc, ibu hamil mendapat pelayanan pembiusan dari dokter anastesi, dan selama operasi diobservasi atau dimonitoring oleh dokter anastesi. Sedangkan untuk anak atau bayi yang lahir, nanti dokter anak yang akan merawat pada saat periode masih di dalam kamar operasi. Proses ini harus dikordinasikan. Oleh karena itu sangat penting untuk meyakinkan dokter anak dan dokter anastesi, bersama-sama dengan dokter obgyn untuk menciptakan atau mampu melaksanakan prinsip smooth landing pada persalinan dengan sc pada kamar operasi.

SESI II

1. @Made Ayu

Penanya:

Thank you kesempatannya utk Ibu Rinda selaku moderator dan dr. Hariyasa Sanjaya.

Berikut pertanyaan saya:

1. Anak pertama saya SC, krn hamil sdh 42 weeks dan intensitas berkurang saat sdh bukaan 2, serta tdk ada flek atau pecah ketuban. Apa penyebab intensitas kontraksi berkurang? Serta apa msh mgkn utk melahirkan normal jika sebelumnya sc?

2. Mata saya minus tinggi sekali. Saya cek ke dr mata, mereka tdk ijinkan utk melahirkan normal. Menurut dokter, apa memungkinkan bagi saya utk melahirkan normal? Kira2 resiko apa yg mgkn terjadi dgn kondisi spt ini dok?

Narasumber:

Pertanyaan pertama, hal-hal ini sering terjadi, oleh karena itu perlu strategi, jadi bagaimana mencapai keberhasilan persalinan normal pada kehamilan yang sudah lewat waktu atau post date di atas 40 minggu, lewat waktu di atas 42 minggu atau post term. Ini diperlukan satu tips and tricks, yaitu memberikan saran kepada pasien untuk melakukan hal-hal penting.
Yang pertama adalah mobilisasi. Saya selalu menasihatkan kepada pasien untuk berjalan minimal 30 langkah setiap 30 menit. Mengkonsumsi air minum, jangan sampai mengalami dehidrasi. Karena pada proses persalinan di mana muncul kontraksi, akan terjadi nyeri. Pada saat nyeri itulah, banyak sekali cairan akan keluar. Oleh karena itu, cegah dehidrasi dengan rutin minum air putih 100ml setiap 30 menit. Kemudian asupan kalori, yaitu 100 kalori setiap jam. Nah, dengan teknik ini, mudah-mudahan kontraksi rahim, kemudian kecepatan persalinan maupun penekanan jalan lahir oleh kepala bayi akan berlangsung baik.

Pertanyaan kedua, apakah mata minus sekali beresiko? Nah ini kita tanyakan dulu seberapa tinggi minusnya. Saya berikan beberapa contoh kasus di mana beberapa pasien saya dengan minus 9, melahirkan dua kali dengan persalinan normal tanpa mengalami gangguan pada kedua bola matanya. Tapi perlu diingatkan juga bahwa sebelum melahirkan, sebaiknya melakukan pemeriksaan tekanan bola mata dan juga kondisi retina mata ke dokter mata. Dan perlu saya tambahkan bahwa persalinan normal, jika dilakukan dengan cara yang benar, tidak akan meningkatkan tekanan bola mata berlebihan. Karena pada saat orang reflek mengedan saat persalinan itu tidak lama. Dan hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Oleh karena itu perlu dipersiapkan dengan seksama. Diskusikan dengan para pendamping persalinan agar tidak terjadi cedera atau komplikasi pada mata saat persalinan nanti.

Penanya:

Waah thank you dok👍

Mgkn saat itu yg kurang asupan minum dan makan ya dok, makanya intensitas kontraksinya berkurang… pdhl sdh naik turun tangga di rs..

Utk cek tekanan bola mata disarankan pada usia kandungan berapa bulan dok? Atau dr sebelum hamil?

Narasumber:

Pemeriksaan mata harus rutin dilakukan minimal setiap 3 bulan. Baik sebelum hamil maupun selama kehamilan, dan juga setelah melahirkan. Ini penting dilakukan secara reguler. Semoga kesehatan mata pada saat hamil, persalinan dan setelah persalinan tetap dalam keadaan baik.

2. @Putu Suwardani Firdasari

Penanya:

Halo dok,

Saya mau tanya, berapa lama waktu yg dibutuhkan seorang ibu bs melahirkan secara normal setelah sebelumnya melahirkan secara sectio? Apa saja hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan bagi ibu tsb agar dapat melahirkan secara normal dgn aman? Apakah ada resiko lebih bagi ibu yg sebelumnya melahirkan dengan sectio ke melahirkan secara normal? Dan bagaimana cara memastikan luka akibat operasi sudah tidak terlalu berefek saat melahirkan di kemudian hari secara normal?

Narasumber:

Jarak untuk sc yang ideal adalah 18 bulan. Walaupun 6 bulan sebenarnya rahim yang luka sudah kembali pulih dengan baik. Dan perlu dilakukan pemeriksaan sebelum memutuskan untuk persalinan atau kehamilan berikutnya, di mana ingin merencanakan persalinan normal. Bekas luka operasi harus dievaluasi dengan melakukan pengukuran menggunakan USG. Kita bisa ukur ketebalan di daerah rahim bagian bawah, di daerah luka. Apabila ketebalannya memadai dan teksturnya reguler atau teratur, maka dapat dicoba untuk trial, percobaan persalinan pervaginam dengan cara percobaan persalinan pada bekas sc. Dan tentu kaedah-kaedah yang lain harus dievaluasi yaitu 3 P. Power, Passage, Passenger. Power itu kontraksinya, kedua jalan lahir, ketiga bayi itu sendiri.

3. @Dian Fitriyani

Penanya:

Terimakasih ibu rinda. Selamat siang dok. Sy Ibu anak 1 dgn persalinan pertama sc krn gawat janin. Sy sangat ingin menjalani persalinan normal utk kehamilan kedua. Sy ingin brtanya brp lama jarak utk hamil lg jika sy ingin berusaha melahirkan normal? Dan apa sj yg hrs sy persiapkan?

Narasumber:

Saya kira pertanyaan Bu Dian sama dengan Bu Putu, saya menambahkan. Yang perlu dipersiapkan adalah 3 konsep. Body, mind and spirit.

Body, jadi fisik harus benar-benar seperti seorang atlit. Ibu hamil harus menyadari bahwa dia seperti seorang atlit. Untuk bisa mencapai persalinan normal, yang baik, sama seperti mendapatkan champion atau medali emas dalam proses persalinan, di mana outcome bayi dan ibu sehat dan bugar. Oleh karena itu perlu persiapan fisik harus baik, berat badan selama kehamilan tidak boleh berlebihan, tidak juga boleh kurang. Nafas baik, fungsi jantung baik, tekanan darah normal, asupan akan nutrisi baik.
Dan juga mind, pikiran. Bagaimana menata pikiran agar penuh dengan optimisme, penuh dengan semangat dan memilih orang-orang pendamping nanti. Para pendamping nanti dari suami, dari keluarga, tenaga kesehatan baik bidan maupun dokter, harus benar-benar yang mampu mendukung untuk keberhasilan persalinan normal.

Dan yang terakhir jangan lupa, semua ini adalah proses rohani. Di mana semuanya ini atas kehendak dari beliau, Tuhan Yang Maha Esa.

Semoga persiapan ini bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa syukur, dan semoga berhasil.

Penutup dari narasumber:

Terima kasih Mba Rinda dan ibu-ibu yang budiman. Saya mengucapkan puji syukur, kita telah bisa berkomunikasi. Semoga apa yang telah kita diskusikan di hari ini, walaupun dalam waktu 1 jam, bisa menginspirasi kita semua. Agar semangat dan spirit persalinan alami atau persalinan normal dapat kita perjuangkan bersama-sama. Sebuah renungan yang sering saya sampaikan kepada banyak orang, bahwa keberhasilan persalinan normal adalah perjuangan yang harus dilakukan oleh semua orang. Bukan saja ibu hamil, suaminya, keluarga, petugas kesehatan, baik bidan maupun dokter, dan juga pemerintah serta masyarakat luas, agar persalinan alami ini bisa berhasil. Jadikanlah niat dan motivasi untuk melahirkan normal sebagai sebuah ibadah yang diperjuangkan oleh semua orang.

Salam, semoga kita bisa berjumpa di Whatsapp atau di tempat yang lain dan juga di waktu yang lain.

Penutup:

Sebelum saya tutup, izinkan saya untuk memberikan intisari dari tema KulWap malam ini, mohon dikoreksi apabila ada yang salah ya dok..

Memiliki buah hati adalah keinginan semua pasangan, ketika Tuhan memberikan janin di kandungan, Tuhan pun sudah menyiapkan jalan lahirnya.. Kita perlu yakin kita bisa melahirkan dengan kodrat sesuai petunjuk Tuhan. Dengan doa dan usaha serta dukungan semua pihak, suami, keluarga, tenaga medis yang akan melakukan persalinan

Maka dari itu, kita wajib mencari tahu, apa yang kita inginkan dalam persalinan. Setiap wanita berhak memilih cara, tempat, dan dengan siapa dia melahirkan..

Mulai dengan keyakinan bahwa ketika Tuhan memberi kehamilan yakinkan diri kita bahwa Tuhan pun telah menyiapkan, mempersiapkan jalan lahirnya. Sampai kebutuhan-kebutuhan janin, bayi kemudian sampai akhir hayatnya.

Terima kasih untuk Narasumber kita dokter Hariyasa atas ilmu dan waktunya, yg saya yakin semua pada menitikkan air mata… ❤❤❤❤❤ bagi para peserta dapat follow ig dok hariyasa ya di “opsitive”

terima kasih juga untuk Moms and Dads yang sudah mengikuti KulWap kali ini dengan tertib..

Untuk dapat mengikuti kulwap apa saja yg ada di RAB dapat dilihat di ig “rumahasibali”

Bagi para penanya yg sudah banyak mengacung tp belum mendapatkan kesempatan, saya mohon maaf ya belum dapat diakomodasi pertanyaan pertanyaannya… 🙏🙏🙏🙏

Saya Rinda, ijin pamit dulu..

Segera akan saya share resume KulWap hari ini di grup ini dan juga di grup Rumah ASI Bali 1,2,3

Sampai jumpa di KulWap berikutnya dengan Tema dan Narasumber menarik lainnya..

Semoga bermanfaat..

Rumah ASI Bali,

Semangat MengASIhi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *