Relaktasi

Posted on Posted in Info Laktasi

Apa sih yang dimaksud dengan relaktasi? Relaktasi adalah proses menyusui kembali. Biasanya relaktasi dilakukan oleh para ibu yang sudah lama tidak menyusui bayinya dan ingin menyusui bayinya kembali. Dikarenakan bayi sudah lama tidak menyusu pada payudara ibu, biasanya reflex menyusu bayi pun hilang, sehingga pada proses relaktasi ini kita juga akan mengajarkan kembali reflex menyusunya.

Banyak penyebab bayi tidak dapat menyusu langsung pada payudara ibu, antara lain disebabkan oleh kondisi ibu yang sedang sakit, sehingga tidak dapat menyusui bayinya, serta bisa juga disebabkan karena semenjak bayi lahir sudah menggunakan DOT atau bayi terbiasa tandem antara menyusu langsung pada payudara ibu dan menyusu dengan penggunaan DOT yang akhirnya berakibat pada bayi tidak tahu cara untuk menyusu pada payudara ibunya, biasa kita kenal dengan nama bingung puting.

Jika penyebab bayi tidak dapat menyusu langsung pada payudara ibu karena bingung puting, yang dikarenakan oleh penggunaan DOT semenjak bayi lahir atau juga karena tandem antara menyusu langsung pada payudara ibu dan penggunaan DOT, maka memiliki prinsip fase yang sama, yaitu fase melepas penggunaan DOT dan fase menyusu langsung pada payudara ibu.

Hal yang perlu ibu ingat, bahwa sumber kenikmatan bayi pada saat lahir adalah mulut dan langit-langit mulut dan putting ibu maupun DOT dapat memberikan kenikmatan tersebut dengan cara kerja yang pastinya berbeda, sehingga bayi yang menggunakan DOT tidak mampu menyusu pada payudara ibu. Jika mekanismenya sama, dapat dipastikan bayi akan mudah beralih antara DOT dan payudara ibu.

Penggunaan DOT pada bayi juga dapat mengubah pola hisap bayi pada payudara ibu, sehingga rangsangan ke areola ibu yang banyak mengandung syaraf terkait produksi ASI dari otak ibu menjadi berkurang. Maka pada bayi yang menyusu langsung pada payudara ibu dan diselingi dengan penggunaan DOT, sering kali berakibat pada produksi ASI ibu berkurang dalam beberapa bulan (missal 3 bulan).

Ketika menjalani fase melepas penggunaan DOT, bayi akan menjadi gelisah dan rewel karena sumber kenikmatannya menghilang. Oleh sebab itu saya selalu menganjurkan kepada orang tua bayi untuk melatih bayinya menghisap/ mengemut jari tangan sebelum menjalani fase melepaskan penggunaan DOT, dengan cara sebagai berikut :

Ibu, Ayah atau anggota keluarga yang lain maupun pengasuh memberikan rangsangan disekitar mulut bayi dengan cara mengelus bibir dan gusi bayi sambil memperhatikan reflex bayi. Adapun reflex yang diperhatikan adalah bayi mampu mengambil jari tangan untuk dihisap, fungsinya untuk menenangkan bayi sementara waktu dan melatih kekuatan daya hisap mulut bayi. Apabila bayi sudah mampu menghisap jari, maka proses untuk melepaskan penggunaan DOT akan mudah. Proses menghisap jari tangan dapat dilakukan untuk menenangkan bayi saat bayi marah dan rewel akibat berhenti menggunakan DOT.

Selama proses relaktasi, khususnya pada fase melepas penggunaan DOT, bayi tidak boleh sampai dehidrasi. Tetap berikan bayi minuman sesuai dengan apa yang biasanya diminum, hanya saja tidak menggunakan DOT. Ganti media DOT dengan sendok, cangkir, soft cup feeder, pipet, atau selang.

Saya sendiri biasanya menggunakan media selang (selang lambung ukuran 5fr dan 40cm) dan spuit 50cc untuk membantu para ibu yang melakukan relaktasi. Cara pemakaian selang dan spuit ini adalah dengan cara menempelkan selang pada jari tangan dengan menggunakan hypafix atau ultrafix, biarkan bayi menghisap jari tangan serta selang yang menempel. Tidak menutup kemungkinan apabila awal-awal bayi tidak mampu untuk menarik cairan yang ada didalam spuit, maka apabila itu terjadi bantu dorong cairan secara perlahan, sedikit demi sedikit, agar bayi dapat belajar menghisap dan mampu untuk mengosongkan isi cairan yang berada didalam spuit tanpa bantuan dorongan lagi yang berartinya bahwa bayi sudah memiliki kekuatan daya hisap yang baik.

Lihat gambar.

Setelah mengganti media pemberian minum dengan cara diatas, pantau kecukupan cairannya melalui frekuensi BAK bayi. Bayi yang keukupan asupan cairannya terpenuhi, frekuensi BAK dalam sehari adalah 6x. Untuk mempermudah pantauan akan kecukupan asupan cairan bayi, sebaiknya ibu membuat table yang berisikan tanggal, jam, jumlah asupan cairan dan BAK. Setelah itu, buat rekapitulasinya setiap 24 jam dan PASTIKAN BAK LEBIH DARI 6x DALAM SEHARI.

Untuk memperkenalkan kembali bayi dengan payudara ibu dan agar bayi dapat tenang, maka diperlukan skin to skin contact dalam proses relaktasi ini. Caranya adalah dengan meletakan bayi pada dada ibu tanpa terhalang kain, ibu bertelanjang dada dan bayi hanya mengenakan topi serta popok. Pada proses skin to skin contact, bayi akan menjilat dan mencium kulit ibu, tujuannya untuk membantu bayi mengenal kembali aroma tubuh ibunya.

Lihat gambar.

Kesimpulan dari fase melepas penggunaan DOT adalah bayi akan marah dan untuk mengatasi amarah bayi tersebut, diatasi dengan maneuver menghisap jari tangan. Mengganti media DOT dengan media lainnya. Tetap menjaga kecukupan asupan cairan bayi dengan melihat frekuensi BAK dan rutin melakukan skin to skin contact.

Setelah sukses dengan fase melepas penggunaan DOT yang ditandai dengan bayi berhenti rewel, maka mulailah menawarkan payudara ibu. Dimana hal ini disebut dengan fase menyusu langsung pada payudara ibu.

Jangka waktu bayi rewel pada fase pertama tergantung pada usia bayi. Semakin muda usia bayi, maka semakin pendek rentng waktu rewelnya. Hal tersebut dikarekan bayi yang lebih mudah beradaptasi untuk kembali pada payudara ibu. Sebaliknya, semakin tua usia bayi, maka rentang waktu rewelnya akan semakin lama. Pengalaman yang sering saya jumpai, biasanya rentang waktu rewel pada bayi yang usianya lebih tua adalah 4 hari saat melakukan fase melepas penggunaan DOT. Dalam kondisi itu, diharapkan ibu dapat tetap tenang dan sabar, ungkapkan pada bayi tentang perjuangan yang sedang dilaksakan serta ajak bayi untuk bekerjasama.

Pada fase kedua, yaitu fase menyusu kembali pada payudara ibu, cobalah untuk menawarkan puting disekitar mulut bayi, biarkan reflex bayi muncul untuk mengambil areola ibu. Jika reflex tersebut belum terjadi, jangan dipaksakan apalagi sampai mendorong kepala bayi untuk menyusu pada payudara ibu. BERSABARLAH.

Untuk membantu fase ini, saya sering menepelkang selang yang tersambung dengan spuit pada payudara puting ibu. Tujuannya adalah agar bayi tetap memperoleh tamahan asupan cairan ketika belajar menyusu kembali pada payudara, sehingga bayi tetap bisa nyaman saat belajar.

Lihat Gambar.

Latih bayi secara perlahan untuk dapat menyusu kembali pada payudara ibu. Biasanya butuh waktu antara 7-10 hari untuk mendapatkan irama menyusunya. Kembali lagi saya tekankan untuk ibu agar SABAR.

Apabila ibu memiliki stock ASI perah yang banyak, maka gunakanlah ASI perah untuk mengisi spuit. Namun apabila ibu tidak memiliki stock ASI perah dan produksi ASI ibu hilang produksi, maka pilihan yang utama adalah ASI donor dan pemilihan formula sapi menjadi pilihan terakhir ibu untuk mengisi spuit. Pada bayi yang memiliki alergi terhadap formula sapi, saya sarankan untuk menggunakan ASI donor. Walaupun ibu yakin dengan kesehatan ibu pendonor, ASI perah yang berasal dari ibu pendonor tetap harus dipasteurisasi terlebih dahulu.

Siring dengan bayi yang belajar kembali untuk menyusu pada payudara ibu, produksi ASI ibu pun akan meningkat secara bertahap yang disebabkan oleh rangsangan hisapan mulut bayi pada areola ibu.

Latih bayi secara perlhan menetek kembali, butuh waktu 7 – 10 hari utk menemukan irama menyusuinya. SABAR

Bila asi perah ibu banyak maka cairn dlm spuit sebaiknya menggunkan asi perah ibu. Bila asi hilang produksi, maka pilihan nya adalah asi donor atau formula. Bila bayi alergi dgn formula, maka saran saya gunakan asi donor. Ingat lakukan pasteurisasi kepad asi perah donor, seberapapun yakinnya kita akan kesehatan ibu donor.

Seiring bayi kembali merangsang areola ibu maka produksi ASI akan meningkat secara bertahap.

Pada bayi yang masih menyusu langsung pada payudara ibu tetapi diseling dengan penggunaan DOT, yang berdampak pada bayi mengalami bingung puting, proses relaktasi akan lebih mudah.

Fase melepas penggunaan DOT pun tidak terlalu rumit. Bayi bisa langsung menyusu pada payudara ibu dengan selang yang ditempel dipayudara ibu dan terhubung pada spuit guna membantu bayi dapat menyusu dengan puas.

Semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Relaktasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *