Resume KulGram Cerdas Mendidik Anak di Era Digital

Posted on Posted in Activities

SAMBUTAN MODERATOR
Selamat siang peserta kulwap
Terimakasih banyak sudah join kulgap Rumah Asi Bali
Senang sekali melihat antusias member Rumah Asi Bali.

Ada bbrp point yang perlu diperhatikan ya :
1. Materi dan peraturan kulwap akan di share oleh moderator minimal H-1
2. Setelah materi di baca silahkan persiapkan pertanyaan dan kirim ke moderator (japri) format terlampir.
3. Tidak diperkenankan menyebarluaskan materi yang diberikan tanpa izin dari pemateri
4. Tidak diperkenankan ada yang keluar grup saat kulwap berlangsung, jika ada keinginan untuk keluar, dipersilahkan untuk keluar dalam 2 jam ke depan karena kapasitas sisa akan diberikan kepada pihak lain yang sudah mengantri dan ingin masuk grup.
5. Bagi peserta kulwap diharapkan follow IG dan like FB Rumah Asi Bali untuk dapat info kulwap dan kegiatan RAB lainnya.
Terimakasih, semangat belajar bersama

Sekilas tentang Rumah Asi Bali..
Rumah ASI Bali ( RAB )
Sebuah support group bagi ibu ibu menyusui di Bali & sekitarnya.
RAB dibentuk oleh dr. Oka Dharmawam, IBCLC (Konsultan Laktasi) untuk mendampingi dan saling tolong menolong bagi ibu dan ayah yg ingin memberikan ASI kepada buah hatinya.
Sejak tahun 2015 awal hingga saat ini Rumah ASI Bali telah beranggotakan 600 keluarga dengan visi yang sama. Dengan rutinitas yang cukup intensif melalui jaringan komunikasi media sosial, pada orang tua muda ini dapat bertanya dan memberikan pengetahuan terhadap sesama seputar manfaat ASI hingga gizi anak
Info lebih lanjut kunjungi website kami rumahasibali.com

Momikologi
Momikologi adalah sebuah support system untuk mendukung kesehatan mental dan mengembangkan kesejahteraan diri (well-being) para ibu (dan juga calon ibu). Momikologi adalah singkatan dari Mommy’s Psychology, artinya dukungan yang diberikan bagi para Ibu disini berbasis keilmuan psikologi.
Momikologi digagas oleh 5 orang psikolog lulusan UGM. Pembentukan Momikologi berangkat dari pengalaman pribadi Momin sebagai ibu dan observasi lingkungan sekitar Momin yang berbuah keresahan mengenai kesadaran akan kesehatan mental dan kesejahteraan diri pada ibu-ibu masa kini.
Momikologi hadir untuk memberikan layanan psikologi berbasis online untuk memenuhi kebutuhan ibu-ibu era digital.
Layanan psikologi yang diberikan berupa psikoedukasi yang terdiri dari 3 bentuk:
1. Momistudy : Psikoedukasi berbasis whatsapp (kuliah whatsapp/ kulwapp) yang akan diadakan secara berkala setiap bulan dengan tema tertentu seputar kesehatan mental dan kesejahteraan diri ibu.
2. Infomomi : Psikoedukasi reguler melalui postingan artikel atau informasi terkait kesehatan mental dan kesejahteraan diri ibu dalam Instagram feed atau Facebook page dengan tema yang akan berganti secara berkala setiap bulan.
3. Momistory : Mommies juga bisa menceritakan curahan hati atau pertanyaan pada Momin Momikologi via DM Instagram atau via email. Momin akan menjawab atau membahas Momistory melalui postingan dalam Instagram dan Facebook feed sehingga bisa menjadi sarana belajar bagi Mommies lainnya. Tentu saja nama Mommies akan kami samarkan
Lebih lanjut, silakan ikuti akun media sosial kami untuk mendapatkan informasi terkini seputar isu psikologis, kesehatan mental dan kesejahteraan diri pada ibu:
IG : @momikologi
FB : Momikologi
Email : momikologi@gmail.com
Blog : momikologi.wordpress.com

PERATURAN KULGRAM
Agar KulGram berjalan nyaman dan tertib, berikut aturan kulwap nya, mohon dijadikan pedoman para anggota :
• Dimohon para member tidak melakukan aktifitas chat grup sampai moderator menutup diskusi, kecuali bagi member yang bertanya dan memberi tanggapan yang telah dipersilahkan oleh moderator
• Materi mulai diposting oleh moderator minimal 1hari sebelum KulGram dimulai.
• Pertanyaan bisa langsung dikirim ke moderator setelah materi di posting. (Japri) *Format terlampir Pertanyaan harus sesuai tema
• Jika terdapat pertanyaan yang sama, maka moderator berhak menampilkan 1 pertanyaan saja dari salah 1 peserta.
• Anggota wajib memberikan icon acungan tangan apabila ingin menanggapi jawaban moderator. Maximal 1x tanggapan.
• Untuk menghormati privasi para pemateri, Dimohon untuk tidak japri para pemateri secara pribadi, kecuali sudah dipersilahkan para pemateri secara langsung
• Dilarang keluar grup saat KulWap berlangsung, bagi yang ingin keluar dari grup KulGram, dipersilahkan sebelum dan sesudah KulGram selesai
• Demi menghormati hak cipta materi, maka kami tidak memperkenankan segala bentuk materi kulwap di share diluar grup Kulwap RAB, kecuali jika sudah ada ijin dari pemateri secara langsung
Terimakasih atas perhatian para anggota RAB … Semoga diskusi berjalan nyaman dan setiap ilmu yang disampaikan berguna..

SAMBUTAN
MODERATOR:
Selamat Malam semuanya … Assalamualaikum, salam sejahtera untuk seluruh peserta Rumah Asi Bali, pertama2 izinkan saya Ibu Qhaqha selaku moderator untuk Kulgram malam ini, dengan Narasumber Ibu Arfilla Ahad Dori, M.Psi., yang biasa disapa Mba Dori Kali ini kami mengangkat thema : Cerdas Mendidik Anak di Era Digital Sedikit biodata tentang Mba Dori kita kali ini… beliau adalah Psikolog + Content Creator di Momikologi, yang berdiri sejak 2017, Beliau berdomisili di Cikampek Karawang, Jawa Barat Pernah mengikuti pelatihan: Pelatihan terkait ADHD (AttentionDeficit Hyperactivity Disorder), Psychological First Aid, Leadership, Public Speaking, Train the Trainer Maka untuk mempersingkat waktu, langsung saja kita sambut… Mba Dori, selamat datang di Rumah Asi Bal iya…

NARA SUMBER :
Haloo terimakasih Mba Qhaqha. Selamat malam, Rumah Asi Bali

MODERATOR :
Dipersilakan untuk mempersingkat waktu bisa Mbak Dori langsung saja berikan intisari atau sepatah dua patah kata untuk membuka kulgram dari tema kita kali ini… kami persilahkan

NARA SUMBER :
Nah, topik kulgram kali ini memang topik yg lagi booming banget saat ini ya Moms… Besar sekali perubahan yg terjadi sekadang, terutama di dunia teknologi informasi. Beda banget sama zaman kita dulu ya, Nah karena perbedaan yang besar ini, seringkali orangtua zaman sekarang bingung bagaimana menghadapinya. Banyak orangtua ketakutan dg perubahan ini shg akhirnya merespon dengan melarang ketat anak menggunakan gadget atau bermain medsos, dan sebagainya. Ada juga orangtua yg ‘malas’ untuk belajar tentang teknologi baru sehingga membiarkan saja anaknya bermain gadget, krn tidak paham cara mengontrolnya. Padahal, gadget tidak selamanya buruk. Tinggal bagaimana kita menyikapi dan memanfaatkannya. Jadi saya seneng sekali dpt kesempatan belajar bareng di sini, bisa sharing2 krn saya pun masih terus berproses untuk bisa menerapkan gadget sehat ini. Mudah2an bisa saling berbagi ilmu ya Moms… Sekian mba qhaqha pengantar dari saya

PERTANYAAN & JAWABAN 01
Nama ibu : Eka
Usia anak : 13m
Jenis Kelamin : perempuan
Pertanyaan :
Terimakasih narsum dan momod, Pertanyaanku, apakah kalau kita mengajarkan anak (sejak baby) cara mengenal huruf, angka, binatang, warna, dll menggunakan media gadget dengan tetap didampingi orang tua, anak akan kecanduan gadget juga? Apa yg harus dilakukan ketika orang2 terdekat kita menunjukkan gadget pada anak kita? Misalnya mengajak nonton baby shark dll..

NARA SUMBER :
Halo Mom Eka. Sebenarnya setiap pengguna gadget memiliki risiko kecanduan krn berdasarkan penelitian, durasi ber-gadget seseorang cenderung meningkat seiring waktu. Misal awalnya hanya nonton 5 menit, lama kelamaan bisa jadi 10 menit, 30 menit, lalu berjam-jam. Itulah knp sering disebut dg istilah kecanduan, krn efeknya nagih. Selain itu, untuk bayi, belajar lewat gadget tidak efektif, apalagi mengajarkan huruf dan angka, sebab anak-anak belajar secara bertahap, sesuai dg perkembangan kognitifnya. Ini saya share sedikit perkembangan kognitif individu yah Mom.. Usia 0-2 tahun, disebut tahap sensorimotor. Anak usia ini masih sangat terpengaruh oleh refleks dan dorongan utk mengeksplorasi dunianya. Mereka belajar dg melihat, menyentuh, membau, memegang, menjilat, dsb. Intinya adalah menggunakan seluruh tubuhnya untuk belajar dan melatih mengkoordinasikan seluruh anggota tubuhnya. Usia 2-7 tahun, disebut tahap pra-operasional konkrit. Tahap ini anak mulai berlatih persamaan perbedaan, misal mengumpulkan benda berbentuk sama, berwarna sama. Mereka belajar utk merepresentasikan benda dg kata-kata shg kemampuan berbahasa biasanya cepat berkembang di periode ini. Usia 7-11 tahun, disebut tahap operasional konkrit. Di tahap ini, anak mulai mampu memahami simbol, bisa mengurutkan ukuran besar-kecil, bisa klasifikasi, bisa memahami perumpamaan, dll. Sehingga, masa ini adlh masa paling ideal anak belajar berhitung & membaca. Usia 11 tahun ke atas, disebut tahap operasional formal. Di usia ini, anak sudah bisa berpikir abstrak, melakukan penalaran scr logis, memahami sebab-akibat, dan mengambil kesimpulan, layaknya cara berpikir kita orang dewasa. Oleh krn itu, utk proses belajar, bayi butuh sesuatu yg nyata, dapat dipegang dan dirasa krn mereka belajar melalui seluruh anggota tubuhnya. Jadi, memang belum saatnya diajarkan simbol2 seperti huruf dan angka, apalagi lewat gadget. Lebih banyak efek negatif drpd efek positifnya. Kalau ingin mengajarkan ttg warna dan binatang, ajak bayi berkeliling ruangan/halaman. Biarkan dia menyentuh benda-benda sambil kita jelaskan, “Ini daun, warnanya hijau. Itu kucing, warnanya putih.” Lalu, utk meminimalisir pengaruh orang lain, edukasi orang terdekat, Mom. Jelaskan pada mereka bahwa Mom & anak memiliki kesepakatan terkait gadget dan harapannya orang terdekat tsb menghargai serta mengikuti kesepakatan tsb. Mom jg dapat mengingatkan anak, misal “Sayang, nontonnya 5 menit aja ya, habis itu kita main yg lain. Kalau nonton lama-lama nanti apa, Nak? Nanti sakit matanya ya..” Kalimat ini bisa diucapkan agak keras, Mom, supaya orang yg ngajak nonton dengar dan paham juga kalau bolehnya nonton 5 menit aja. Semacam kode gitu mom 🙂

IBU EKA :
Terimakasih mom @qhaqha dan mom @doripii … Ini penjelasan yang detail banget dan mudah dimengerti.. Kalau pengenalannya lewat buku, flashcard, atau ensiklopedia berarti boleh mom? Atau melalui mainan miniatur binatang misalnya mom, apa boleh?

NARA SUMBER :
Sebenarnya memang paling baik belajar langsung mom, melihat dan memegang bendanya. Krn itu disarankan utk mulai mengenalkan benda2 di sekitar kita dulu. Kalau ada bendanya dan terjangkau, langsung aja, tapi kalau tidak available, bisa lewat buku/flashcard/miniatur. Yang paling baik adalah yg gambar atau bentuknya menyerupai bentuk aslinya, sebisa mungkin bukan gambar kartun.. krn anak belum bisa ‘mentransfer’ gambar kartun ke bentuk nyata.. karena kadang kalo kartun kan beda yah sm aslinya 🙂

IBU EKA :
terimkasih banyak mom dori dan mom qhaqha..

 

PERTANYAAN & JAWABAN 02 & 03
Nama ibu : Luh Arsih
Usia anak : 3th 11 bulan
Jenis Kelamin : laki laki
Pertanyaan :
bagaimana cara menangani anak yg masih berkeingan main game dan buka you tube lewat hp?

NARA SUMBER :
Halo Mom Luh Arsih. Anak ingin main game dan nonton youtube sebenarnya boleh-boleh saja, asal ‘tata caranya’ benar. Buat kesepakatan dg anak, Mom. Anak usia hampir 4 th sudah bisa diajak berdiskusi dua arah kok. Jelaskan efek positif negatif gadget dan buat aturan main, misal boleh main selama 1 jam per hari, main hanya saat weekend, main harus didampingi ayah/ibu, dsb. Aturan ini bisa ditulis atau diketik dg menarik lalu ditempel dan ajak anak tanda tangan supaya ada rasa tanggung jawab utk mematuhinya. Bisa juga gunakan sistem kupon, misal setiap hari anak diberi 6 kupon @10 menit (total sehari 60 menit, disesuaikan dg rekomendasi AAP utk anak 2-5 tahun). Tiap anak mau menggunakan gadget, minta ia serahkan kupon sesuai jumlah waktu yg ia ingin ia gunakan. Kalau kuponnya habis ya sudah tidak boleh bermain lagi. Kalau anak masih terus meminta bahkan sampai tantrum misalnya, berarti tandanya anak sudah mulai ketagihan Mom. Cara terbaik adalah simpan gadget sementara waktu, bisa 2-3 hari. Sibukkan anak dg aktivitas lain tanpa gadget. Perbanyak aktivitas fisik dan outdoor yang menyenangkan agar anak ‘lupa’ tentang gadget.

 

Nama ibu : Sinta
Usia anak : 2y
Jenis Kelamin: Laki-laki
Pertanyaan :
Banyak yg bilang kalau gadget itu tidak baik untuk anak, tapi anak saya suka sekali menonton youtube, chanel yg dia sukai itu misalnya chanel lagu anak2, belajar warna. secara tidak langsung dia belajar dari video tsb, kadang saya tidak ada mengajarkan sesuatu, dia bisa sendiri hanya dari menonton video di youtube, pertanyaan saya adalah apakah kasus seperti ini kita harus tetap membatasi gadget, padahal efekny bagus, dia jadi bisa berhitung, menyanyi, dan mengetahui warna lewat gadget?

NARA SUMBER :
Halo Mom Sinta. Benar bahwa gadget dapat memberikan dampak positif bila dimanfaatkan dg benar, salah satunya seperti yg Mom alami, anak bisa berhitung, menyanyi, dan paham warna. Walau begitu, penggunaan gadget tetap harus dibatasi krn ada dampak fisik yg menyertai kalau penggunaannya berlebihan, misal gangguan mata. Bagaimana pun, makin lama menonton layar, makin besar potensi gangguan mata yg mungkin terjadi, padahal mata adalah salah satu indera penting yg dibutuhkan seumur hidup. Selain itu, perkembangan anak tidak hanya diukur dari aspek kognitif dan akademik saja. Anak jg perlu distimulasi kemmapuan sosial dan emosinya, bagaimana berinteraksi dg orang lain, bagaimana mau berbagi, menolong, peka thd lingkungan, berempati pada org lain, dll. Anak jg perlu dilatih kemampuan fisik & motoriknya. Kemampuan2 tsb paling baik dilatih di dunia nyata, tidak dapat diakomodasi oleh gadget. Jadi, penggunaan gadget tetap harus diatur agar anak tetap punya waktu & kesempatan utk melatih aspek lain dirinya.

 

PERTANYAAN & JAWABAN 04
IBU WULAN :
Saya menanyakan ponakan saya 5thn.. Dia selalu minta hp org tuanya. Klo ga dikasih, ada keluarga lain. Keluarga lain pasti kasih pinjam karena ga enak.. Trus ini anak klo main game, ga bisa menyelesaikan nangis2 drama.. Gimana ya caranya buat ngurangin.. Soalnya klo ga dikasih suka lempar2..

NARA SUMBER :
Halo Mom Wulan. Benar, pengaruh eksternal adalah tantangan paling besar buat penegakan aturan gadget ini, Satu-satunya cara adalah tidak memberikan Mom, apalagi kalau sudah menangis & melempar. Minta keluarga lain utk ikut teguh hati tidak memberikan. Kalau diberikan, anak justru akan menggunakan tangisan & lemparannya sbg senjata ‘kalau aku lempar, aku pasti dikasih’ jadi besoknya diulang lagi.. utk menguranginya, alihkan anak dg aktivitas lain mom, dan sebisa mungkin jgn ingatkan anak dg menunjukkan HP di depannya, misalnya. Yg penting saat anak marah, tetap dampingi utk memastikan tidak anak aman. Saat anak sudah tenang, baru ajak diskusi & jelaskan alasan knp tidak diberi gadget. *utk memastikan anak aman

IBU WULAN :
Ok mbak dori.. Anaknya ini sambil mohon2, plis2 berulang2 kali.. Kdg sampek sujud2.. Drama bgt.. Tpi klo dikasih, ga bisa main nangis2.. Mkasih ya.. Kudu kuat berarti ya lihat anaknya nangis

NARA SUMBER :
Oh iya maaf kelewatan satu pertanyaannya. Kalau tidak bisa menyelesaikan game nya, marah2 tidak apa2 mom. Usia 5 th anak sedang belajar utk mandiri, jadi dia ingin bisa melakukan segalanya sendiri. Pendamping bisa coba dg ikut main lalu sengaja digagalin, biar anaknya lihat oh ternyata ibuku aja juga ga bisa main kok. Kalau sedang rileks, ajak diskusi, adek tadi ga bisa main kok marah2. Ya gapapa dong, namanya juga lagi latihan.. besok kita coba main lainnya yg adek pasti bisa ya.. nah main lainnya ini ajak main permainan non gadget yg pasti anak bias

IBU WULAN :
Mkasih ya.. Kudu kuat berarti ya lihat anaknya nangis

NARA SUMBER :
Iya mom, yg penting setelah sekian drama perlu dipeluk & dijelaskan bahwa ortu begitu bukan krn tidak sayang, tp demi kebaikan anak sendiri 😊

IBU WULAN :
Ok.. Makasih mbak dori.. Makasih bu qhaqha

 

PERTANYAAN & JAWABAN 05
IBU QHAQHA :
saya juga ingin bertanya ya mba @doripii bagaimana cara menyikapi penggunaan handphone pada kita ( orang dewasa ) Sedangkan saya ibu rumah tangga yang bekerja di rumah, jadi mau ga mau HP pasti selalu saya bawa untuk membalas WA dan lihat email, sedangkan baru mulai pegang HP aja udah di rebut, dan saat mengambil nya kembali bisa bisa marah2 and tantrum, bagaimana sebaiknya menyikapi hal ini ya anak saya masih berusia 2 tahun 3 bulan, cara terbaik apa yang sebaiknya saya lakukan ya, dan negosiasi seperti apa yang terbaik untuk anak umur 2 tahun ini ya? Apakah dengan penggunaan kupon tadi? Kok sepertinya dia belom mengerti ya

NARA SUMBER :
Halo mom qhaqha … Kupon memang bisa digunakan ketika anak sudah paham hak milik, ini punyaku ini punyamu. Jadi dia bisa merasakan sakitnya kehilangan kupon kalau mau dipakai main gadget, Nah utk ibu yg bekerja di rumah, memang paling ideal ada waktu khusus mom. Kapan waktu utk main, beres2 rumah, dan kapan waktu bekerja. Kalau memang harus membuka HP di depan anak, bisa izin dulu ‘Nak, ibu mau buka HP utk balas chat kerjaan sebentar, ini chatnya penting ditungguin banyak orang. Habis itu kita main lagi. Boleh nggak?’ Kalau boleh silakan buka HP, kalau tidak diizinkan, jangan buka.
Dg cara ini anak akan belajar percaya bahwa ibunya memang buka hanya utk kerjaan yg penting, bukan utk mengabaikan dia.

IBU QHAQHA :
oh begitu ya … ternyata dengan kita buka HP itu terkesan mengabaikan dia sehingga dia marah ya … kadang kalau saya buka HP – dia bisa tepuk2 meja – kaya nyuruh taruh HP disana mba … jadi ga dibolehin sama dia pegang – tapi kadang ya dia rebut … usia berapa ya kira2 bisa mengerti ttg kupon2 itu mba? akan saya lakukan saran mba

NARA SUMBER :
ya mba, anak bisa cemburu juga lho sama HP. Iri krn lihat ibunya main HP terus, jadi anak penasaran, memang ada apa sih di HP kok ibuku lihat HP terus? Jadi deh HP nya direbut rebut, Biasanya anak sudah paham hak milih usia 2-3 tahun ke atas mba, dicobakan saja. Kalau belum paham, berarti memang belum waktunya menggunakan kupon

 

PERTANYAAN & JAWABAN 06
IBU AURORA :
Anak saya perempuan usia 16bulan suka sekali lagu anak2 di youtube dan maunya pegang hp sendiri, dan pilih2 lagu sendiri, saya sudah mensiasatinya dengan cara tidak memakai hp juga, tapi misalkan pas terima telp dia tahu dan langsung nangis minta hp, gimana cara komunikasi yg dia ngerti untuk seusia anak saya atau cara nya bagaimana ya ? Karna saya sudah coba bicara tapi malah tambah nangis.

NARA SUMBER :
Halo Mom Aurora. Kalau kita bicara saat anak sedang nangis/marah, memang tidak akan meredakan mom, krn saat anak tantrum, bagian otak yg berfungsi untuk mencerna dan melakukan penalaran sebab-akibat ‘tidak bekerja’, jadi anak seringnya malah tambah nangis. Kalau sudah menangis, segera simpan HP, ajak anak ke tempat lain yg lebih tenang/sepi, dan biarkan anak meluapkan emosinya. Ketika anak nangis, jgn diberikan HP nya, krn seperti di atas, akan jadi ‘senjata’ utk dia mengulangi. Kalau diberikan juga, besoknya pasti akan terjadi lagi. Saat sedang santai, boleh sesekali ajak nonton sebentar, dg syarat harus dipegang ibu & 5 menit saja misalnya. Kalau dia mau menuruti, beri pujian. Kalau tidak mau menuruti, ulangi cara di atas tadi. Bsgitu terus sampai dia terbiasa & punya mindset bahwa kalau mau main HP harus bersama ibu dan saat aku tenang, bukan saat nangis.

 

PERTANYAAN & JAWABAN 07
IBU WILI WAHYUNI
Anak saya laki laki usia 2th 4bulan, Saya mengalami positif dan negatifnya anak main gadjed mom, positifnya sama seperti mom di atas anak saya bisa menyanyi banyak lagu, bisa menari dr nonton di hp, tapi negatifnya bikin saya menyesal memberi HP, saya liat anak saya sudah ketergantungan anak saya nntn tv atau nntn hp selalu malah bercerita apa yg dia tonton, semacam dia menghafal tetapi ngoceh sendiri mom seperti punya dunia sendiri, dan interaksi anak saya kurang mom, ada yg bertanya dia gg bisa jawab, dia hanya bisa jawab apa yg dia hafal dengan lingkungan juga kurang jdinya, kdang klo sudah pegang hp gg noleh dipanggil, jadi 1 Minggu yg lalu saya stop dia berikan hp, sampai dia ngamuk mom, bneran wajahnya seperti orang ketagihan kecanduan gtu, dan Krena dia setiap minta hp gg dkasik dia mengerti, tapi skrg hanya setiap malam saja saya kasik saat dia sudah mulai mengantuk, klo pagi siang sore saya ketat gak saya kasik Krena saya takut.. Skrg apa yg bisa saya lakukan untuk mengembalikannya ya mom, agar anak saya bisa interaksi, diajak ngobrol bisa nyaut bisa nyambung.. Anak saya udh usia sgtu malah Bru bisa niru apa yg saya katakan, seperti dia belum berkembang atau belum mengerti kata2 orang yg nanya mommy, terima kasih Maaf mom kepanjangan

NARA SUMBER :
Halo Mom Wili. Anak memang belajar berbahasa terutama dg meniru, misalnya anak bisa berkata ‘mama’ karena kita sering mengucapkan kata tsb. Gadget & TV merupakan media yg seringnya satu arah, tidak ada interaksi. Jadi, wajar kalau anak Mom Wili akhirnya meniru dan menghafal apa yg ia lihat/dengar. Apa yg Mom lakukan sudah benar kok, kurangi HP & TV secara bertahap, lama-lama lalu hilangkan total utk sementara waktu sampai anak ‘netral’ lagi. Alihkan waktu yg biasa dipake nonton ke aktivitas lain yg menstimulasi interaksi, misal bertemu teman, mengobrol, jalan2 dan sepanjang jalan diajak ngobrol ‘itu ada motor, motornya warna apa ya dek? Biru ya? Iya, biru..’ dsb.
Kalau memang dirasa perlu, mom Wili boleh datang berkonsultasi ke psikolog utk mendapatkan rekomendasi langsung ttg apa2 saja yg dapat mom wili lakukan

IBU WILI WAHYUNI
Baik mom, terima kasih, memang lambat jadinya mom anak saya, dia cerewet tapi ngoceh sendiri, saya sempet nangis mom jujur saya menyesal Krena liat anak bgtu saya sepakat buat batasi kasik hp sm suami, cuma semenjak saya kurangi hp lebih baik interaksi nya walaupun belum normal seperti biasanya mommy Terima kasih sarannya mom ya akan saya coba Trims mom qhaqha

NARA SUMBER :
Semangat mom, pelan pelan dan bertahap ya.. jangan lupa beri pujian atau pelukan tiap kali anak mau menjawab pertanyaan atau mengobrol dg baik

IBU WILI WAHYUNI
Amin sudah mom, saya coba kembangkan lagi mom sm suami

 

KESIMPULAN
NARA SUMBER :
Cara belajar yang baik untuk anak adalah dengan belajar langsung ya mom, melihat dan memegang bendanya, Sibukkan anak dg aktivitas lain tanpa gadget. Perbanyak aktivitas fisik dan outdoor yang menyenangkan agar anak ‘lupa’ tentang gadget. Anak jg perlu dilatih kemampuan fisik & motoriknya. Kemampuan2 tsb paling baik dilatih di dunia nyata, tidak dapat diakomodasi oleh gadget. Jadi, penggunaan gadget tetap harus diatur agar anak tetap punya waktu & kesempatan utk melatih aspek lain dirinya.

MODERATOR :
baiklah .. karena mungkin waktu sudah malam .. dan semua pada sibuk menyusui, sesi tanya jawab ditutup, Mohon izin untuk memberikan ringkasan materi tema kulwap malam ini.. Cara belajar yang baik untuk anak adalah dengan belajar langsung ya mom, melihat dan memegang bendanya, Sibukkan anak dg aktivitas lain tanpa gadget. Perbanyak aktivitas fisik dan outdoor yang menyenangkan agar anak ‘lupa’ tentang gadget. Anak jg perlu dilatih kemampuan fisik & motoriknya. Kemampuan2 tsb paling baik dilatih di dunia nyata, tidak dapat diakomodasi oleh gadget. Jadi, penggunaan gadget tetap harus diatur agar anak tetap punya waktu & kesempatan utk melatih aspek lain dirinya. Kami ucapkan terimakasih untuk Mba Dori atas waktu dan ilmunya (yang sudah baik sekali memperpanjang waktunya dan jawaban2nya yg lengkap sekali.) Terimakasih untuk para penanya dan seluruh anggota RAB atas atensinya, terlebih yang sudah sangat tertib… Mohon maaf apabila ada kekurangan dan lebihnya tidak usah dikembalikan… Saya undur diri sebagai moderator… selamat malam… selamat beristirahat… dan sampai jumpa kulgram berikutnya dengan tema yg lain dengan narsum yg gak kalah keren, senangnya Hidup dengan selalu diberi kesempatan Berbagi

NARA SUMBER :
Terimakasih kembali mba qhaqha & seluruh member rumah asi bali. Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan bahwa gadget hanya alat. Akan bermanfaat atau membahayakan, semuanya tergantung kita. Mari saling mengedukasi dan saling mengingatkan ya Moms, Sekian, mohon maaf kalau ada salah kata dan ucapan. Selamat malam

 

If you’re lucky enough to get a second chance at something, don’t waste it
– unknown-

Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *